Jumat, 29 November 2019

AI & IMS


Assalamualaikum warrahmatulloh wabarokatu

Bismillah kita mulai tulisan berikutnya yaa…
Aku akan bahas ini sebelum memulai review salah satu jurnal yang berjudul “Diagnosis infeksi menular seksual menggunakan aplikasi kecerdasan buatan”. Jadi tulisan kali ini berhubungan dengan jurnal tersebut yaitu Konsep artificial intelligence dan Infeksi Menular Seksual

Artificial Intelligence (AI)

AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan merupakan salah satu cabang ilmu computer yang mempelajari bagaimana cara membuat sebuah mesin cerdas, yaitu mesin yang mempunyai kemampuan untuk belajar dan beradaptasi terhadap sesuatu.
Jika diartikan tiap kata, artificial artinya buatan, sedangkan intelligence adalah kata sifat yang berarti cerdas. Jadi artificial intelligence maksudnya adalah sesuatu buatan atau suatu tiruan yang cerdas. Cerdas di sini kemungkinan maksudnya adalah kepandaian atau ketajaman dalam berpikir, seperti halnya otak manusia dalam menyelesaikan suatu masalah.

4 Dasar Kategori di Konsep dasar AI (Kecerdasan Buatan)

1.      Acting Humanly
Acting humanly ialah system yang melakukan pendekatan dengan menirukan tingkah laku seperti manusia yang dikenalkan pada tahun 1950 degan cara kerja pengujian melalui teletype yaitu jika penguji (integrator) tidak dapat membedakan yang mengintrogasai antara manusia dan computer maka computer tersebut dikatakan lolos(menjadi kecerdasan buatan).
2.      Thinking Humanly
Yaitu system yang dilakukan dengan cara intropeksi yaitu penangkapan pemikiran psikologis manusia pada computer,hal ini sering diujikan dengan neuron ke neuron lainnya atau sel otak dengan sel otak lainnya cara pembelajarannya yaitu melalui experiment-experimen.
3.      Thinking Rationaly
Ini merupakn system yang sangat sulit ,karena sering terjadi kesalah dala, prinsip dan prakteknya,system ini dikenal dengan penalaran komputasi.
4.      Actng Rationaly
Yaitu system yang melakukan aksi dengan cara menciptakan suatu robotika cerdas yang menggantikan tugas manusia.

Disiplin Ilmu AI
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa AI merupakan salah satu cabang Ilmu Komputer. Tapi karena kompleksitas area AI maka dibuat sub-sub bagian yang dapat berdiri sendiri dan dapat saling bekerja sama dengan sub bagian lain atau dengan disiplin ilmu lain. Berikut ini beberapa cabang ilmu sub bagian dari AI :
1.      Natural Languange Processing (NLP)
Natural Languange Processing (NLP) atau Pemrosesan Bahasa Alami, merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sistem untuk menerima masukan bahasa alami manusia. Dalam perkembangannya, NLP berusaha untuk mengubah bahasa alami komputer (bit dan byte) menjadi bahasa alami manusia yang dapat kita mengerti. NLP merupakan ilmu dasar yang dapat dijadikan jembatan untuk membuat komunikasi antara mesin dengan manusia.
2.      Expert System (ES)
Expert System (ES) atau Sistem Pakar, merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sebuah sistem yang dapat bekerja layaknya seorang pakar. ES dapat menyimpan pengetahuan seorang pakar dan memberikan solusi berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya tadi. ES juga merupakan salah satu cabang AI yang sering melakukan kerja sama dengan disiplin ilmu lain karena sifatnya yang dapat menyimpan pengetahuan.
3.      Pattern Recognition (PR)
Pattern Recognition (PR) atau Pengenalan Pola, merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sebuah sistem untuk dapat mengenali suatu pola tertentu. Misalnya sistem PR untuk mengenali huruf dari tulisan tangan, walaupun terdapat perbedaan penulisan huruf A dari masing-masing orang tetapi PR dapat mengenali bahwa huruf tersebut adalah huruf A. Beberapa aplikasi dari PR antara lain : voice recognition, Fingerprint Identification, Face Identification, Handwriting Identification, Optical Character Recognition, Biological Slide Analysis, Robot Vision dan lainnya.
4.      Robotic
Robotic atau Robotika, merupakan salah satu cabang AI yang menggabungkan cabangcabang AI yang lain termasuk ketiga cabang di atas untuk membentuk sebuah sistem robotik. Keempat cabang AI di atas merupakan cabang umum yang banyak dipelajari, masih banyak cabang-cabang AI yang lainnya. Seiring perkembangan riset dalam AI, dapat dimungkinkan akan muncul cabang-cabang baru yang melengkapi unsur AI sehingga AI menjadi sebuah sistem lengkap dan akan mencapai goal-nya yang sampai sekarang masih belum sempurna.

Tujuan dari riset-riset Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan adalah bagaimana membuat sebuah mesin bisa berfikir sama halnya dengan manusia yang bisa berfikir. AI digunakan untuk menjawab problem yang tidak dapat diprediksi dan tidak bersifat algoritmik atau prosedural. Sampai saat ini, para peneliti di bidang AI masih banyak menyimpan pekerjaan rumah mereka disebabkan kompleksitas penelitian di bidang Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan serta faktor dukungan teknologi untuk merealisasikannya. Karena area cakupan yang luas, Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan dibagi lagi menjadi subsub bagian di mana sub-sub bagian tersebut dapat berdiri sendiri dan juga dapat saling melengkapi satu dengan lainnya.

Infeksi Menular Seksual (IMS)

IMS (Infeksi Menular Seksual) disebut juga penyakit kelamin, merupakan salah satu penyakit yang mudah ditularkan melalui hubungan seksual, dengan ciri khas adanya penyebab dan kelainan yang terjadi terutama di daerah genital. IMS sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia, baik di negara maju (industri) maupun di negara berkembang. Insiden maupun prevalensi yang sebenarnya di berbagai negara tidak diketahui dengan pasti. Berdasarkan laporan-laporan yang dikumpulkan oleh WHO (World Health Organizations), setiap tahun di seluruh negara terdapat sekitar 250 juta penderita baru yang meliputi penyakit Gonore, Sifilis, Herpes Genetalis, dan jumlah tersebut menurut hasil analisis WHO cenderung meningkat dari waktu ke waktu (Daili,2005 : 6)
Penyakit menular seksual adalah penyakit yang menyerang manusia dan binatang melalui transmisi hubungan seksual, seks oral, dan seks anal. Istilah penyakit menular seksual semakin banyak digunakan, karena memiliki cakupan pada orang yang mungkin terinfeksi dan menginfeksi orang lain dengan tanda-tanda kemunculan penyakit. Penyakit menular seksual juga dapat ditularkan melalui jarum suntik, kelahiran, dan menyusui. Infeksi penyakit menular seksual telah diketahui selama ratusan tahun lamanya. (Wikipedia)
Infeksi Menular Seksual biasa juga dikenal sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS) atau biasa disebut penyakit kelamin. Tetapi, penggunaan istilah PMS atau penyakit kelamin sudah tidak digunakan lagi, karena beberapa jenis infeksi tidak hanya bisa menginfeksi bagian alat reproduksi saja atau dikarenakan hubungan seksual saja.
Perempuan lebih mudah terkena IMS dibanding lakilaki, karena saluran reproduksi perempuan lebih dekat ke anus dan saluran kencing. IMS pada perempuan juga sering tidak diketahui karena gejalanya yang kurang jelas dibandingkan dengan laki-laki.

IMS dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :
1.      IMS yang ditularkan melalui hubungan seksual, biasanya bibit/virus penyakit terdapat di cairan sperma, cairan vagina dan darah.
2.      IMS yang disebabkan/ditularkan tidak melalui hubungan seksual, melainkan disebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Misal berganti-gantian menggunakan handuk atau pakaian dalam dengan oang lain, jarang menganti pakaian dalam, masturbasi menggunakan alat atau cara yang bisa menyebabkan luka atau lecet di alat reproduksi, cara cebok yang salah dan mengunakan air yang tidak bersih.

Pada dasarnya terdapat tiga gejala utama dari IMS, yaitu :
1.      IMS dengan adanya cairan yang keluar melalui alat kelamin,yang tidak biasa/tidak normal (duh tubuh). Misalnya Go (Gonore/Kencing Nanah) dan Klamidia.
2.      IMS dengan adanya luka pada atau sekitar alat kelamin. Misalnya Sifilis dan Herpes.
3.      IMS dengan adanya sesuatu yang tumbuh pada atau di sekitar alat kelamin (tumor), misalnya Jengger Ayam.


Baik sampai disini ya tulisannya . terima kasihhh
Wassalamualaikum warrohmatulloh wabarokatu

Referensi
Morris W. Firebaugh, “Artifial Intelligence – A Knowledge Based Approach”, 1989, PWS Publishing Company, Boston.
Penyakit menular seksual. (2019, Agustus 28). Di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas. Diakses pada 17:29, Agustus 28, 2019, dari https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyakit_menular_seksual&oldid=15509622
Ismail, A.(2016). Analisis tingkat keterjangkitan infeksi menular seksual (IMS) pada wanita pekerja seks (WPS) di resosialisasi Argorejo Semarang. Skripsi. Program Sarjana Pendidikan Universitas Islam Negeri Walisongo. Semarang.

Sabtu, 02 November 2019

CBIS


Assalamualaikum wr. wb
Kawan kawan kali ini kita akan membahas tentang CBIS. Yuk disimak...

CBIS
CBIS ( ComputerBased Information System) merupakan sistem pengolah data  menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan. Pendapat lain mengemukakan bahwa CBIS merupakan sistem informasi yang menggunakan teknologi komputer untuk menjalankan sebuah atau beberapa tugas. Jadi, dapat disimpulkan bahwa CBIS merupakan sistem informasi yang menggunakan teknologi komputer untuk mempermudah tugas manusia serta mendukung pengambilan keputusan.
CBIS memiliki beberapa komponen, antara lain:
1.      Perangkat Keras
perangkat keras merupakan komponen untuk melengkapi kegiatan memasukkan data, memproses data, dan keluaran data.
2.      Perangkat Lunak
Yaitu program dan instruksi yang diberikan ke komputer.
3.      Database
Yaitu kumpulan data dan informasi dan yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna sistem informasi.
4.      Telekomunikasi
Merupakan komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.
5.      Manusia
Yaitu personel dari sistem informasi, yang meliputi manajer, analis, programmer, dan operator, serta bertanggung jawab terhadap perawatan sistem.

Evolusi Sistem Informasi Berbasis Computer
1.      Fokus Data (SIA/DPA)
Sistem informasi akuntansi melaksanakan akuntansi perusahaan, aplikasi ini ditandai dengan pengolahan data yang tinggi dan bertujuan untuk mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai didalam maupun diluar perusahaan.

2.      Fokus Informasi (SIM)
Seiring dengan diperkenalkannya generasi baru alat penghitung yang memungkinkan pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut dioerientasikan untuk kosep penggunaan komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi komputer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk menghasilkan informasi manajemen

3.      Fokus Pada Pendukung Keputusan (SPK)
Sistem komputer yang interaktif yang membantu pembuatan keputusan dalam menggunakan&memanfaatkan data&model untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur. Sistem ini bertujuan untuk memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi/tidak terstruktur, memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat untuk membantu integrasi antar tingkat dan meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan & bukan peningkatan efisiennya

4.      Fokus Pada Komunikasi (Otomatisasi Kantor)
Semua sistem elektronik formal & informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informal ke dan dari orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan. Sistem ini memiliki fungsi untuk memudahkan jenis komunikasi baik lisan maupun tulisan & menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan.

5.      Fokus Konsultasi (Sistem Pakar)
Program komputer yang berfungsi seperti manusia yaitu memberi konsultasi kepada pemakai mengenai cara pemecahan masalah.

Berdasarkan beberapa evolusi yang ada diatas menunjukkan bahwa dari setiap masing-masing sistem memiliki manfaat dan tujuan yang dibutuhkan dalam pencapaian yang menggunakan sisten informasi berbasis komputer

1.      Lingkup Data
Hirarki Data
Menurut Kadir (2004), secara tradisional data diorganisasikan ke dalam suatu hierartki yang terdiri atas elemen data, yaitu rekaman (record) dan berkas (file). Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna.Rekaman adalah gabubngan sejumlah elemen data yang saling terkait. Berkas adalah himpunan seluruh rekaman ang bertipe sama membentuk sebuah berkas

2.      Penyimpanan Sekunder
·         SASD (Penyimpanan Berurutan)
Proses penyimpanan pada SASD terbilang cukup lambat karena untuk mencari data tertentu harus selalu dimulai dari awal. Contoh, magnetic tape. Penyimpanan ini sudah jarang dipakai, tetapi seringkali dipakai untuj backup, karena murah dan kapasitasnya yang besar (dalam Sulianta, 2008)
·         DASD ( penyimpanan akses langsung)
Menurut Sulianata ( 2008), proses penyimpanan ini jauh lebih cepat dibanding dengan SASD, karena untuk mengambil sebuah data tertentu tidak perlu dicari dari awal berurutan

3.      Pemerosesan Data

·         Pemerosesan Batch
Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.
·         Pemerosesan Online
Adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk. Mencakup transaksi yang segera masuk, langsung diproses dan prosesnya real time. Setiap transaksi terjadi segera dibukukan

4.      Sistem Real Time
Adalah mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif sama.

5.      DataBase
Era permulaan database ditandai dengan :
1)Pengulangan data
2)Ketergatungan data
3)Kepemilikan data yang tersebar

Konsep database
Yaitu integrasi logis dari catatan-catatan file. Tujuan dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data dicapai degan menempatkan spesifikasi dalam tabel & kamus yg terpisah secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.
Struktur database
·         File
·         Catatan
·         Elemen data

Keunggulan dan kelemahan database dan DataBase Management System (DBMS)
Keunggulan :
·         Mengurangi pengulangan data.
·         Mencapai independensi data.
·         Spesifikasi data disimpan dalam tiap program aplikasi.
·         Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi program yang mengakses data.
·         Mengintegrasikan data dari beberapa file.

Kerugian DBMS :
·         Memperoleh perangkat lunak yang mahal.
·         Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar.
·         Memperkerjakan dan mempertahankan staf DBA
·         Peranan DataBase dan DBMS dalam memecahkan masalah (dalam Psikologi)

Referensi :
http://www.landasanteori.com/2015/10/pengertian-electronic-data-processing.html?m=1
Kadir. A. (2004).Konsep & Tuntunan Praktis Basis Data. Yogyakarta: Andi
Sulianta, F. (2008). Komputer forensik. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Minggu, 20 Oktober 2019

HUBUNGAN ARSITEKTUR KOMPUTER DAN SISTEM KOGNISI MANUSIA


Assalamualaikum warrohmatullahi wabarokatu kawan-kawan J

Masya Allah berkah untuk kalian semua ya aamiin

Sebelum membaca tulisan ini kalian harus baca tulisan tentang definisi arsitektur komputer dan sistem kognisi yang aku tulis sebelumnya ya biar nyambung gitu hehe :v
Nah pada kesempatan kali ini, aku mau bahas tentang hubungan arsitektur komputer dengan sistem kognisi manusia nih, jadi menurut kalian gimana tuh hubungannya? Ada hubungan tapi gak ada status kali yak? *eh haha Yuk langsung simak aja ya bebsss

Salah satu tokoh di tulisan sebelumnya yaitu Alfatta (2007), menurut Alfatta arsitektur komputer didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja dan target biayanya. Arsitektur komputer memberikan berbagai atribut pada sistem komputer yang dibutuhkan oleh seseorang perancang software sistem untuk mengembangkan suatu program.

Jadi, berdasarkan beberapa pengertian arsitektur komputer yang sudah dibahas sebelumnya, dapt diambil kesimpulan bahwa arsitektur komputer adalah komputer yang mempunyai konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar mengenai interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk menciptakan komputer yang memenuhi kebutuhan.

Kemudian sistem kognisi manusia adalah hal yang berlangsung di pikiran seseorang. Bagaimana seseorang berpikir, mengingat, memahami bahasa, memecahkan masalah, menjelaskan berbagai pengalaman, memperoleh sejumlah standar moral dan membentuk keyakinan (Wade dan Tavris, 2008).

Teori kognitif berhubungan dangan bagaimana kita memperoleh, memproses, dan menggunakan informasi (Lefrancois, 1997). Piaget (dalam Hergengahm & Olson, 2008) mendefinisikan kemampuan atau perkembangan kognitif sebagai hasil dari hubungan perkembangan otak dan sistem nervous dan pengalaman-pengalaman yang membantu individu beradaptasi dengan lingkungan.

Jadi, berdasarkan pengertian sistem kognisi manusia di tulisan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa sistem kognisi manusia adalah suatu proses untuk berpikir untuk memperoleh sebuah informasi mengenai objek dan sikap tertentu, yaitu berupa fakta, pengetahuan dan keyakinan tentang objek.

Lalu apa hubungannya arsitektur komputer dengan sistem kognisi manusia??

Yuk kita bahass...

Hubungan arsitektur komputer dengan sistem kognisi manusia terlihat jelas pada pengertiannya masing-masing yaitu arsitektur komputer yang merupakan komputer yang mempunyai konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar mengenai interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk menciptakan komputer yang memenuhi kebutuhan, sedangkan sistem kognisi manusia adalah suatu proses untuk berpikir untuk memperoleh sebuah informasi mengenai objek dan sikap tertentu, yaitu berupa fakta, pengetahuan dan keyakinan tentang objek. Jadi komputer diciptakan untuk memenuhi kebutuhan, kebutuhan siapa? Yang pasti kebutuhan manusia. Manusia memiliki sebuah sistem kognisi untuk memperoleh sebuah informasi sebuah objek tertentu, maka dari itu struktur kognisi manusia itu sendiri yang menciptakan sebuah program untuk memenuhi kebutuhan lewat sistem komputer. Kemudian komputer tersebut dioperasikan oleh manusia agar dapat mempermudah kebutuhan manusia pula. Sehingga arsitektur komputer dengan sistem kognisi manusia menciptakan hubungan timbal balik yang sangat menguntungkan.

Baik lanjut ya.... kita akan bahas kelebihan dan kekurangan pada arsitektur komputer dan sistem kognisi manusia, cekidot !!

Kelebihan dan kekurangan arsitektur komputer

Kelebihan :
  1.  Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu
  2. Bisa digunakan oleh banyak pengguna
  3. Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
  4. Menggunakan teknologi time-sharing
  5.  Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)

Kekurangan :
  1. Harganya mahal
  2. Membutuhkan daya listrik yang lebih besar
  3. Ukurannya besar sehingga membutuhkan ruangan yang cukup besar pula
  4. Interface dengan pengguna masih menggunakan teks

Kelebihan dan kekurangan sistem kognisi manusia

Kelebihan :
  1.  Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
  2. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
  3. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal

Kekurangan :
  1. Membutuhkan waktu yang cukup lama
  2. Terkadang sulit mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari, karena setiap individu berbeda dalam mengoptimalkan cara berpikirnya


Oke sampai sini ya kawan-kawan, semoga bermanfaat dan dapat membantu J tetap bahagia. Sampai bertemu di tulisan selanjutnya :3

Wassalamualaikum warromatullahi wabarrakatu

Tiramisu <3
Referensi

Alfatta, H. (2007). Analisis dan perancangan informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Hergenhahn, B. R., Olson, M. (2008). Theories of learning (teori belajar). Jakarta: Kencana.
Wade, C., Tavris, C. (2008). Psikologi jilid satu, edisi 9. Jakarta: Erlangga.

Minggu, 13 Oktober 2019

ARSITEKTUR KOMPUTER DAN SISTEM KOGNISI MANUSIA

Assalamualaikum kawan-kawan J

Pada tulisan ini aku akan membahas arsitektur komputer dan sistem kognisi manusia.

Apa sih arsitektur komputer? Yuk disimak...
Menurut Wikipedia, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing-masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll).

Nah menurut Wikipedia itu merupakan definisi yang umum bagaimana jika menurut para ahli? Menurut Suryadi (1994) arsitektur komputer adalah desain komputer yang meliputi set instruksi, komponen hardware, dan organisasi atau susunan sistemnya. Ada dua bagian pokok yaitu, Instruction-set architecture (ISA) dan Hardware-system architecture (HAS).
  • Instruction-set architecture (ISA) atau arsitektur set instruksi. Isa meliputi spesifikasi yang menentukan begaimana progammer bahasa mesin akan berinteraksi dengan komputer. Komputer dipandang dari segi ISA-nya yang menentukan sifat komputasional komputer.
  • Hardware-system architecture (HAS) atau arsitektur system hardware. HAS berkaitan dengan subsistem hardware utama komputer yang meliputi Central Processing Unit (CPU) atau unit pemrosesan sentral, sistem penyimpanan dan input-output (I/O) sistem atau system input-outputnya, HAS mencakup desain logis dan organisasi data darisubsistem dan oleh karenanya tingkat HAS yang luas menjadikan mesin dapat beroperasi secara efisien.

Sedangkan menurut Alfatta (2007) arsitektur komputer didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja dan target biayanya. Arsitektur komputer memberikan berbagai atribut pada sistem komputer yang dibutuhkan oleh seseorang perancang software sistem untuk mengembangkan suatu program. Jadi, dapat dikatakan arsitektur komputer adalah komputer yang mempunyai konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar mengenai interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk menciptakan komputer yang memenuhi kebutuhan.
Terdapat juga komponen-komponen arsitektur komputer, yaitu :
  • Motherboard, untuk menghubungkan setiap komponen-komponen komputer tersebut agar bisa saling berkomunikasi.
  • Processor, untuk mengeksekusi instruksi atau melakukan perhitungan-perhitungan.
  • RAM, untuk menyimpan data sementara dari suatu program yang sedang kita jalankan.
  • Hardware, komponen yang secara fisik dapat dilihat dan diraba yang membentuk satu kesatuan sehingga dapat difungsikan.
  • Software, program yang berisi instruksi-instruksi (perintah) yang dimengerti oleh komputer.
  •  Brainware, orang yang mengoperasikan komputer.

Ada juga menurut buku yang ditulis oleh Zaki & SmithDev Community (2007), komponen dari arsitektur komputer adalah sebagai berikut :
  • Peranti input : menerima data dan memasukkannya ke dalam komputer.
  • Peranti output : menampilkan hasil pengolahan data menggunakan komputer.
  • Peranti CPU : berfungsi mengatur semua aktivitas yang terjadi di komputer.
  • Peranti memori : digunakan untuk menyimpan data dan program.


Selanjutnya akan membahas sistem kognisi manusia. Disimak yaa...

Sistem kognisi manusia adalah hal yang berlangsung di pikiran seseorang. Bagaimana seseorang berpikir, mengingat, memahami bahasa, memecahkan masalah, menjelaskan berbagai pengalaman, memperoleh sejumlah standar moral dan membentuk keyakinan (Wade dan Tavris, 2008).

Menurut Solso (2007) struktur kognitif manusia merupakan sebuah proses mental dasar yang digunakan untuk memperoleh sebuah informasi. Fungsi dari struktur kognisi manusia antara lain, struktur pembanding, dimana otak manusia memproses dan membandingkan informasi dengan cara mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan dari informasi-informasi yang didapat, yang kedua adalah struktur representasi symbol dan mengubahnya menjadi sebuah informasi (termasuk bahasa verbal dan non verbal), yang ketiga adalah struktur alasan logis yang digunakan untuk mengubah pikiran yang abstrak menjadi pikiran yang sistematis sehingga informasi lebih mudah untuk dipahami.

Menurut Aries (2012) dalam struktur kognisi manusia terdapat beberapa komponen kognitif yang terdiri dari seluruh kognisi yang dimiliki seseorang mengenai objek dan sikap tertentu, yaitu berupa fakta, pengetahuan dan keyakinan tentang objek.

Teori kognitif berhubungan dangan bagaimana kita memperoleh, memproses, dan menggunakan informasi (Lefrancois, 1997). Piaget (dalam Hergengahm & Olson, 2008) mendefinisikan kemampuan atau perkembangan kognitif sebagai hasil dari hubungan perkembangan otak dan sistem nervous dan pengalaman-pengalaman yang membantu individu beradaptasi dengan lingkungan.
Terdapat juga komponen-komponen struktur kognisi manusia, yaitu :
  • Komponen skema/Struktur kognitif, proses atau cara mengorganisir dan merespons berbagai pengalaman.
  • Komponen adaptasi/struktur fungsional, Piaget menggunakan istilah ini untuk menunjukkan pentingnya pola hubungan individu dengan lingkungannya dalam proses perkembangan kognitif. Menurut Piaget, ada tiga proses adaptasi yaitu, asimilasi, akomodasi dan equilibrasi.


Oke sampai sini ya kawan-kawan, semoga bermanfaat dan dapat membantu J tetap bahagia. Sampai bertemu di tulisan selanjutnya :3

Wassalamualaikum warromatullahi wabarrakatu
Tiramisu <3

Referensi
Alfatta, H. (2007). Analisis dan perancangan informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Aries, M. (2012). Psikologi Sosial. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Arsitektur komputer. (2018, Agustus 10). Di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas. Diakses pada tanggal 13 Oktober 2019, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer
Hergenhahn, B. R., Olson, M. (2008). Theories of learning (teori belajar). Jakarta: Kencana.
Solso, R. L., Maclin, O. H& Maclin, M. K. (2007). Psikologi kognitif. Jakarta: Erlangga.
Suryadi, H. S.(1994). Pengantar arsitektur computer (Seri diktat). Jakarta: Gunadarma.
Wade, C., Tavris, C. (2008). Psikologi jilid satu, edisi 9. Jakarta: Erlangga.
Zaki & SmithDev Community. (2007). Merakit PC: panduan praktis merakit PC kurang dari 20 menit. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.