Assalamualaikum wr. wb
Kawan kawan kali ini kita akan membahas tentang CBIS. Yuk disimak...
CBIS
CBIS ( ComputerBased Information System) merupakan sistem pengolah
data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk
suatu alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan. Pendapat lain
mengemukakan bahwa CBIS merupakan sistem informasi yang menggunakan teknologi
komputer untuk menjalankan sebuah atau beberapa tugas. Jadi, dapat disimpulkan
bahwa CBIS merupakan sistem informasi yang menggunakan teknologi komputer untuk
mempermudah tugas manusia serta mendukung pengambilan keputusan.
CBIS memiliki beberapa komponen, antara lain:
1. Perangkat Keras
perangkat keras merupakan komponen
untuk melengkapi kegiatan memasukkan data, memproses data, dan keluaran data.
2. Perangkat Lunak
Yaitu program dan instruksi yang
diberikan ke komputer.
3. Database
Yaitu kumpulan data dan informasi
dan yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna sistem
informasi.
4. Telekomunikasi
Merupakan komunikasi yang
menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama
ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.
5. Manusia
Yaitu personel dari sistem
informasi, yang meliputi manajer, analis, programmer, dan operator, serta
bertanggung jawab terhadap perawatan sistem.
Evolusi Sistem Informasi Berbasis Computer
1.
Fokus Data (SIA/DPA)
Sistem informasi akuntansi melaksanakan
akuntansi perusahaan, aplikasi ini ditandai dengan pengolahan data yang tinggi
dan bertujuan untuk mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan,
mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi
pemakai didalam maupun diluar perusahaan.
2.
Fokus Informasi (SIM)
Seiring dengan diperkenalkannya generasi
baru alat penghitung yang memungkinkan pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut
dioerientasikan untuk kosep penggunaan komputer sebagai sistem informasi
manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi komputer harus diterapkan dengan
tujuan utama untuk menghasilkan informasi manajemen
3.
Fokus Pada Pendukung Keputusan (SPK)
Sistem komputer yang interaktif yang
membantu pembuatan keputusan dalam menggunakan&memanfaatkan data&model
untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur. Sistem ini bertujuan untuk
memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi/tidak
terstruktur, memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua
tingkat untuk membantu integrasi antar tingkat dan meningkatkan efektifitas
manajer dalam pembuatan keputusan & bukan peningkatan efisiennya
4.
Fokus Pada Komunikasi (Otomatisasi Kantor)
Semua sistem elektronik formal &
informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informal ke dan dari
orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan. Sistem ini memiliki fungsi
untuk memudahkan jenis komunikasi baik lisan maupun tulisan & menyediakan
informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan.
5.
Fokus Konsultasi (Sistem Pakar)
Program komputer yang berfungsi seperti
manusia yaitu memberi konsultasi kepada pemakai mengenai cara pemecahan
masalah.
Berdasarkan beberapa evolusi yang ada diatas menunjukkan bahwa dari setiap
masing-masing sistem memiliki manfaat dan tujuan yang dibutuhkan dalam
pencapaian yang menggunakan sisten informasi berbasis komputer
1.
Lingkup Data
Hirarki Data
Menurut Kadir (2004), secara tradisional
data diorganisasikan ke dalam suatu hierartki yang terdiri atas elemen data,
yaitu rekaman (record) dan berkas (file). Elemen data adalah satuan data
terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna.Rekaman
adalah gabubngan sejumlah elemen data yang saling terkait. Berkas adalah
himpunan seluruh rekaman ang bertipe sama membentuk sebuah berkas
2.
Penyimpanan Sekunder
·
SASD (Penyimpanan Berurutan)
Proses penyimpanan pada SASD terbilang cukup lambat karena untuk mencari
data tertentu harus selalu dimulai dari awal. Contoh, magnetic tape.
Penyimpanan ini sudah jarang dipakai, tetapi seringkali dipakai untuj backup,
karena murah dan kapasitasnya yang besar (dalam Sulianta, 2008)
·
DASD ( penyimpanan akses langsung)
Menurut Sulianata ( 2008), proses penyimpanan ini jauh lebih cepat
dibanding dengan SASD, karena untuk mengambil sebuah data tertentu tidak perlu
dicari dari awal berurutan
3.
Pemerosesan Data
·
Pemerosesan Batch
Batch processing adalah
suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur
pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch
ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang
terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam
jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.
·
Pemerosesan Online
Adalah sebuah sistem
yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer
induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data
yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan
ke data induk. Mencakup transaksi yang segera masuk, langsung diproses dan
prosesnya real time. Setiap transaksi terjadi segera dibukukan
4.
Sistem Real Time
Adalah mekanisme pengontrolan, perekaman
data, pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat
diterima dalam waktu yang relatif sama.
5.
DataBase
Era permulaan database
ditandai dengan :
1)Pengulangan data
2)Ketergatungan data
3)Kepemilikan data yang
tersebar
Konsep database
Yaitu integrasi logis dari catatan-catatan file. Tujuan dari konsep
database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data.
Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data
tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data
dicapai degan menempatkan spesifikasi dalam tabel & kamus yg terpisah
secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.
Struktur database
·
File
·
Catatan
·
Elemen data
Keunggulan dan kelemahan database dan
DataBase Management System (DBMS)
Keunggulan :
·
Mengurangi pengulangan data.
·
Mencapai independensi data.
·
Spesifikasi data disimpan dalam tiap program aplikasi.
·
Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi program yang
mengakses data.
·
Mengintegrasikan data dari beberapa file.
Kerugian DBMS :
·
Memperoleh perangkat lunak yang mahal.
·
Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar.
·
Memperkerjakan dan mempertahankan staf DBA
·
Peranan DataBase dan DBMS dalam memecahkan masalah (dalam Psikologi)
Referensi :
http://www.landasanteori.com/2015/10/pengertian-electronic-data-processing.html?m=1
Kadir. A. (2004).Konsep & Tuntunan Praktis Basis Data. Yogyakarta: Andi
Sulianta, F. (2008). Komputer forensik. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar