Assalamualaikum
warrohmatullahi wabarokatu kawan-kawan J
Masya Allah berkah
untuk kalian semua ya aamiin
Sebelum membaca
tulisan ini kalian harus baca tulisan tentang definisi arsitektur komputer dan
sistem kognisi yang aku tulis sebelumnya ya biar nyambung gitu hehe :v
Nah pada kesempatan
kali ini, aku mau bahas tentang hubungan arsitektur komputer dengan sistem
kognisi manusia nih, jadi menurut kalian gimana tuh hubungannya? Ada hubungan
tapi gak ada status kali yak? *eh haha Yuk langsung simak aja ya bebsss
Salah
satu tokoh di tulisan sebelumnya yaitu Alfatta (2007), menurut Alfatta arsitektur
komputer didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni
mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat
menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja dan
target biayanya. Arsitektur komputer memberikan berbagai atribut pada sistem
komputer yang dibutuhkan oleh seseorang perancang software sistem untuk
mengembangkan suatu program.
Jadi,
berdasarkan beberapa pengertian arsitektur komputer yang sudah dibahas
sebelumnya, dapt diambil kesimpulan bahwa arsitektur komputer adalah komputer
yang mempunyai konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar mengenai
interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk menciptakan komputer yang
memenuhi kebutuhan.
Kemudian
sistem kognisi manusia adalah hal yang berlangsung di pikiran seseorang.
Bagaimana seseorang berpikir, mengingat, memahami bahasa, memecahkan masalah,
menjelaskan berbagai pengalaman, memperoleh sejumlah standar moral dan
membentuk keyakinan (Wade dan Tavris, 2008).
Teori
kognitif berhubungan dangan bagaimana kita memperoleh, memproses, dan
menggunakan informasi (Lefrancois, 1997). Piaget (dalam Hergengahm & Olson,
2008) mendefinisikan kemampuan atau perkembangan kognitif sebagai hasil dari
hubungan perkembangan otak dan sistem nervous dan pengalaman-pengalaman yang
membantu individu beradaptasi dengan lingkungan.
Jadi,
berdasarkan pengertian sistem kognisi manusia di tulisan sebelumnya dapat
disimpulkan bahwa sistem kognisi manusia adalah suatu proses untuk berpikir
untuk memperoleh sebuah informasi mengenai objek dan sikap tertentu, yaitu
berupa fakta, pengetahuan dan keyakinan tentang objek.
Lalu apa hubungannya
arsitektur komputer dengan sistem kognisi manusia??
Yuk kita bahass...
Hubungan arsitektur
komputer dengan sistem kognisi manusia terlihat jelas pada pengertiannya
masing-masing yaitu arsitektur komputer yang merupakan komputer yang mempunyai
konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar mengenai interkoneksi
komponen-komponen perangkat keras untuk menciptakan komputer yang memenuhi
kebutuhan, sedangkan sistem kognisi manusia adalah suatu proses untuk berpikir
untuk memperoleh sebuah informasi mengenai objek dan sikap tertentu, yaitu
berupa fakta, pengetahuan dan keyakinan tentang objek. Jadi komputer diciptakan
untuk memenuhi kebutuhan, kebutuhan siapa? Yang pasti kebutuhan manusia.
Manusia memiliki sebuah sistem kognisi untuk memperoleh sebuah informasi sebuah
objek tertentu, maka dari itu struktur kognisi manusia itu sendiri yang
menciptakan sebuah program untuk memenuhi kebutuhan lewat sistem komputer. Kemudian
komputer tersebut dioperasikan oleh manusia agar dapat mempermudah kebutuhan
manusia pula. Sehingga arsitektur komputer dengan sistem kognisi manusia
menciptakan hubungan timbal balik yang sangat menguntungkan.
Baik lanjut ya.... kita
akan bahas kelebihan dan kekurangan pada arsitektur komputer dan sistem kognisi
manusia, cekidot !!
Kelebihan dan kekurangan
arsitektur komputer
Kelebihan :
- Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu
- Bisa digunakan oleh banyak pengguna
- Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
- Menggunakan teknologi time-sharing
- Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)
Kekurangan :
- Harganya mahal
- Membutuhkan daya listrik yang lebih besar
- Ukurannya besar sehingga membutuhkan ruangan yang cukup besar pula
- Interface dengan pengguna masih menggunakan teks
Kelebihan dan
kekurangan sistem kognisi manusia
Kelebihan :
- Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
- Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
- Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal
Kekurangan :
- Membutuhkan waktu yang cukup lama
- Terkadang sulit mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari, karena setiap individu berbeda dalam mengoptimalkan cara berpikirnya
Oke sampai sini ya
kawan-kawan, semoga bermanfaat dan dapat membantu J
tetap bahagia. Sampai bertemu di tulisan selanjutnya :3
Wassalamualaikum
warromatullahi wabarrakatu
Tiramisu <3
Referensi
Alfatta, H. (2007). Analisis dan perancangan informasi.
Yogyakarta: Andi Offset.
Hergenhahn,
B. R., Olson, M. (2008). Theories of
learning (teori belajar). Jakarta: Kencana.
Wade, C., Tavris, C.
(2008). Psikologi jilid satu, edisi 9.
Jakarta: Erlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar