Assalamualaikum warrahmatulloh wabarokatu
Bismillah kita mulai tulisan berikutnya yaa…
Aku akan bahas ini sebelum memulai review salah satu
jurnal yang berjudul “Diagnosis infeksi menular seksual menggunakan aplikasi
kecerdasan buatan”. Jadi tulisan kali ini berhubungan dengan jurnal tersebut
yaitu Konsep artificial intelligence dan Infeksi Menular Seksual
Artificial Intelligence (AI)
AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan
merupakan salah satu cabang ilmu computer yang mempelajari bagaimana cara
membuat sebuah mesin cerdas, yaitu mesin yang mempunyai kemampuan untuk belajar
dan beradaptasi terhadap sesuatu.
Jika diartikan tiap kata, artificial artinya buatan,
sedangkan intelligence adalah kata sifat yang berarti cerdas. Jadi artificial
intelligence maksudnya adalah sesuatu buatan atau suatu tiruan yang cerdas.
Cerdas di sini kemungkinan maksudnya adalah kepandaian atau ketajaman dalam
berpikir, seperti halnya otak manusia dalam menyelesaikan suatu masalah.
4 Dasar Kategori di Konsep dasar AI (Kecerdasan Buatan)
1. Acting Humanly
Acting
humanly ialah system yang melakukan pendekatan dengan menirukan tingkah laku
seperti manusia yang dikenalkan pada tahun 1950 degan cara kerja pengujian
melalui teletype yaitu jika penguji (integrator) tidak dapat membedakan yang
mengintrogasai antara manusia dan computer maka computer tersebut dikatakan
lolos(menjadi kecerdasan buatan).
2. Thinking Humanly
Yaitu
system yang dilakukan dengan cara intropeksi yaitu penangkapan pemikiran
psikologis manusia pada computer,hal ini sering diujikan dengan neuron ke
neuron lainnya atau sel otak dengan sel otak lainnya cara pembelajarannya yaitu
melalui experiment-experimen.
3. Thinking Rationaly
Ini
merupakn system yang sangat sulit ,karena sering terjadi kesalah dala, prinsip
dan prakteknya,system ini dikenal dengan penalaran komputasi.
4. Actng Rationaly
Yaitu system
yang melakukan aksi dengan cara menciptakan suatu robotika cerdas yang
menggantikan tugas manusia.
Disiplin Ilmu AI
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa AI
merupakan salah satu cabang Ilmu Komputer. Tapi karena kompleksitas area AI
maka dibuat sub-sub bagian yang dapat berdiri sendiri dan dapat saling bekerja
sama dengan sub bagian lain atau dengan disiplin ilmu lain. Berikut ini
beberapa cabang ilmu sub bagian dari AI :
1.
Natural
Languange Processing (NLP)
Natural Languange Processing (NLP) atau Pemrosesan Bahasa Alami,
merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sistem untuk menerima
masukan bahasa alami manusia. Dalam perkembangannya, NLP berusaha untuk
mengubah bahasa alami komputer (bit dan byte) menjadi bahasa alami manusia yang
dapat kita mengerti. NLP merupakan ilmu dasar yang dapat dijadikan jembatan
untuk membuat komunikasi antara mesin dengan manusia.
2.
Expert
System (ES)
Expert System (ES) atau Sistem Pakar, merupakan salah satu cabang AI
yang mempelajari pembuatan sebuah sistem yang dapat bekerja layaknya seorang
pakar. ES dapat menyimpan pengetahuan seorang pakar dan memberikan solusi
berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya tadi. ES juga merupakan salah satu
cabang AI yang sering melakukan kerja sama dengan disiplin ilmu lain karena
sifatnya yang dapat menyimpan pengetahuan.
3.
Pattern
Recognition (PR)
Pattern
Recognition (PR) atau Pengenalan Pola, merupakan salah satu cabang AI yang
mempelajari pembuatan sebuah sistem untuk dapat mengenali suatu pola tertentu.
Misalnya sistem PR untuk mengenali huruf dari tulisan tangan, walaupun terdapat
perbedaan penulisan huruf A dari masing-masing orang tetapi PR dapat mengenali
bahwa huruf tersebut adalah huruf A. Beberapa aplikasi dari PR antara lain :
voice recognition, Fingerprint Identification, Face Identification, Handwriting
Identification, Optical Character Recognition, Biological Slide Analysis, Robot
Vision dan lainnya.
4.
Robotic
Robotic
atau Robotika, merupakan salah satu cabang AI yang menggabungkan cabangcabang
AI yang lain termasuk ketiga cabang di atas untuk membentuk sebuah sistem
robotik. Keempat cabang AI di atas merupakan cabang umum yang banyak dipelajari,
masih banyak cabang-cabang AI yang lainnya. Seiring perkembangan riset dalam
AI, dapat dimungkinkan akan muncul cabang-cabang baru yang melengkapi unsur AI
sehingga AI menjadi sebuah sistem lengkap dan akan mencapai goal-nya yang
sampai sekarang masih belum sempurna.
Tujuan
dari riset-riset Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan adalah
bagaimana membuat sebuah mesin bisa berfikir sama halnya dengan manusia yang
bisa berfikir. AI digunakan untuk menjawab problem yang tidak dapat diprediksi
dan tidak bersifat algoritmik atau prosedural. Sampai saat ini, para peneliti
di bidang AI masih banyak menyimpan pekerjaan rumah mereka disebabkan
kompleksitas penelitian di bidang Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan
Buatan serta faktor dukungan teknologi untuk merealisasikannya. Karena area
cakupan yang luas, Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan dibagi lagi
menjadi subsub bagian di mana sub-sub bagian tersebut dapat berdiri sendiri dan
juga dapat saling melengkapi satu dengan lainnya.
Infeksi Menular Seksual (IMS)
IMS (Infeksi Menular Seksual) disebut juga penyakit
kelamin, merupakan salah satu penyakit yang mudah ditularkan melalui hubungan
seksual, dengan ciri khas adanya penyebab dan kelainan yang terjadi terutama di
daerah genital. IMS sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan
masyarakat di seluruh dunia, baik di negara maju (industri) maupun di negara
berkembang. Insiden maupun prevalensi yang sebenarnya di berbagai negara tidak
diketahui dengan pasti. Berdasarkan laporan-laporan yang dikumpulkan oleh WHO
(World Health Organizations), setiap tahun di seluruh negara terdapat sekitar
250 juta penderita baru yang meliputi penyakit Gonore, Sifilis, Herpes
Genetalis, dan jumlah tersebut menurut hasil analisis WHO cenderung meningkat
dari waktu ke waktu (Daili,2005 : 6)
Penyakit menular seksual adalah penyakit yang
menyerang manusia dan binatang melalui transmisi hubungan seksual, seks oral,
dan seks anal. Istilah penyakit menular seksual semakin banyak digunakan,
karena memiliki cakupan pada orang yang mungkin terinfeksi dan menginfeksi
orang lain dengan tanda-tanda kemunculan penyakit. Penyakit menular seksual juga
dapat ditularkan melalui jarum suntik, kelahiran, dan menyusui. Infeksi
penyakit menular seksual telah diketahui selama ratusan tahun lamanya.
(Wikipedia)
Infeksi Menular Seksual biasa juga dikenal sebagai Penyakit
Menular Seksual (PMS) atau biasa disebut penyakit kelamin. Tetapi, penggunaan
istilah PMS atau penyakit kelamin sudah tidak digunakan lagi, karena beberapa
jenis infeksi tidak hanya bisa menginfeksi bagian alat reproduksi saja atau
dikarenakan hubungan seksual saja.
Perempuan lebih mudah terkena IMS dibanding lakilaki,
karena saluran reproduksi perempuan lebih dekat ke anus dan saluran kencing.
IMS pada perempuan juga sering tidak diketahui karena gejalanya yang kurang
jelas dibandingkan dengan laki-laki.
IMS dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu :
1.
IMS
yang ditularkan melalui hubungan seksual, biasanya bibit/virus penyakit
terdapat di cairan sperma, cairan vagina dan darah.
2.
IMS
yang disebabkan/ditularkan tidak melalui hubungan seksual, melainkan disebabkan
gaya hidup yang tidak sehat. Misal berganti-gantian menggunakan handuk atau
pakaian dalam dengan oang lain, jarang menganti pakaian dalam, masturbasi
menggunakan alat atau cara yang bisa menyebabkan luka atau lecet di alat
reproduksi, cara cebok yang salah dan mengunakan air yang tidak bersih.
Pada dasarnya terdapat tiga gejala utama dari IMS,
yaitu :
1.
IMS
dengan adanya cairan yang keluar melalui alat kelamin,yang tidak biasa/tidak
normal (duh tubuh). Misalnya Go (Gonore/Kencing Nanah) dan Klamidia.
2.
IMS
dengan adanya luka pada atau sekitar alat kelamin. Misalnya Sifilis dan Herpes.
3.
IMS
dengan adanya sesuatu yang tumbuh pada atau di sekitar alat kelamin (tumor),
misalnya Jengger Ayam.
Baik sampai disini ya tulisannya . terima kasihhh
Wassalamualaikum warrohmatulloh wabarokatu
Referensi
Morris W. Firebaugh,
“Artifial Intelligence – A Knowledge Based Approach”, 1989, PWS Publishing
Company, Boston.
Penyakit menular seksual.
(2019, Agustus 28). Di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas. Diakses pada 17:29,
Agustus 28, 2019, dari https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyakit_menular_seksual&oldid=15509622
Ismail, A.(2016). Analisis
tingkat keterjangkitan infeksi menular seksual (IMS) pada wanita pekerja seks (WPS)
di resosialisasi Argorejo Semarang. Skripsi.
Program Sarjana Pendidikan Universitas Islam Negeri Walisongo. Semarang.